Sabtu, 26 Februari 2022

Gordang Sambilan Warisan Budaya Mandailing yang Ingin Mendapat Pengakuan UNESCO

 

Sumber: apakabarsidimpuan.com

Gordang artinya gendang atau bedug, sedangkan sambilan artinya sembilan. Jadi, gordang sambilan artinya gendang yang berjumlah Sembilan. Gordang sambilan memiliki panjang dan diameter yang berbeda. Perbedaan ini membuat gordang sambilan memiliki nada yang berbeda pula.

Alat musik ini biasanya  dimainkan oleh enam orang dengan nada gendang yang paling kecil 1,2 sebagai taba-taba, gendang 3 tepe-tepe, gendang 4 kudong-kudong, gendang 5 kudong-kudong nabalik, gendang 6 pasilion, dan gendang 7,8,9 sebagai jangat. Setiap gendang memiliki fungsi masing-masing dan memiliki suara yang berbeda saat ditabuh. 

Kesembilan gordang, dengan ukuran yang berbeda menjadikan alat musik tradisional ini sebagai salah satu alat musik paling keras di dunia. Bahkan suara yang dihasilkan dari gordang sambilan mampu mengalahkan alat musik suku Aborigin- Australia, yang merupakan alat musik paling keras di dunia.

Sidang Adat Mandailing

Oleh karena itu, pada Sidang Adat Mandailing-Hari Bahasa Ibu Internasional yang diadakan pada Senin, 21 Februari 2022 di SMA Negeri 1 Tambangan. Membahas tentang warisan budaya. Salah satu budaya yang dibahas adalah gordang sambilan. Tujuan gordang sambilan dibahas dalam acara yang dihadiri oleh raja-raja  Mandailing, perwakilan Pemda Madina, Kepala Balai Bahasa Sumut, Kepala Balai Bahasa Kementerian Pendidikan, dan juga perwakilan dari  UNESCO ini adalah untuk mendapat  pengakuan bahwa Gordang Sambilan merupakan  warisan tak benda yang menjadi hak Suku Mandailing.

Warisan budaya ini harus dilestarikan dan juga diperkenalkan ke seluruh Indonesia dan dunia. Sebelumnya, gordang sambilan sudah mulai dikenal di Indonesia. Karena sering diadakan pertunjukan di tingkat nasional. Seperti penampilan gordang sambilan di Aceh Internasional Percussion, dan juga gordang sambilan pernah tampil di stasiun TV nasional, Indosiar. Dalam rangka penyambutan dan pemberian marga kepada Kahiyang, putri Presiden Ir. Joko Widodo di Medan. Bahkan gordang sambilan pernah menunjukkan eksistensinya pada Event Asian Games ke-18 di Palembang.


Agar gordang sambilan tidak hanya dikenal di Indonesia, dan hanya menjadi konsumsi untuk Negara sendiri. Tokoh-tokoh budaya Mandailing mengusahakan agar gordang sambilang mendapat pengakuan dari UNESCO. Selain melestarikan dan memperkenalkan gordang sambilan sebagai warisan budaya Mandailing, tujuan utama untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan, guna menghindari pengeklaiman Malaysia atau Negara lain atas budaya Indonesia. Seperti yang mereka lakukan beberapa belas tahun yang lalu.

Pemerintah daerah memberikan respon positif atas rencana ini. Hal ini dapat dibuktikan dari kehadiran Bupati Mandailing Nata, beserta dinas pendidikan dan kebudayaan. Bahkan pakar budaya Mandailing Dr. Bakhsan Parinduri dari USU, Medan juga turut hadir. Selain pemerintah dan tokoh budaya, Ikatan Pemuda Mandailing juga mendukung  gordang sambilan untuk mendapat pengakuan UNESCO.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Kopi Mandailing Bersama SMK 1 Ulu Pungkut

Mandailing Natal — Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadon...