| Sumber: apakabarsidimpuan.com |
Gordang artinya
gendang atau bedug, sedangkan sambilan artinya sembilan. Jadi, gordang sambilan
artinya gendang yang berjumlah Sembilan. Gordang sambilan memiliki panjang dan
diameter yang berbeda. Perbedaan ini membuat gordang sambilan memiliki nada
yang berbeda pula.
Alat musik ini
biasanya dimainkan oleh enam orang dengan nada gendang yang paling kecil
1,2 sebagai taba-taba, gendang 3 tepe-tepe, gendang 4 kudong-kudong, gendang 5
kudong-kudong nabalik, gendang 6 pasilion, dan gendang 7,8,9 sebagai jangat. Setiap
gendang memiliki fungsi masing-masing dan memiliki suara yang berbeda saat
ditabuh.
Kesembilan gordang, dengan ukuran yang berbeda menjadikan alat musik
tradisional ini sebagai salah satu alat musik paling keras di dunia. Bahkan
suara yang dihasilkan dari gordang sambilan mampu mengalahkan alat musik suku
Aborigin- Australia, yang merupakan alat musik paling keras di dunia.
| Sidang Adat Mandailing |
Oleh karena itu, pada Sidang Adat Mandailing-Hari Bahasa Ibu
Internasional yang diadakan pada Senin, 21 Februari 2022 di SMA Negeri 1
Tambangan. Membahas tentang warisan budaya. Salah satu budaya yang dibahas
adalah gordang sambilan. Tujuan gordang sambilan dibahas dalam acara yang
dihadiri oleh raja-raja Mandailing, perwakilan Pemda Madina, Kepala Balai
Bahasa Sumut, Kepala Balai Bahasa Kementerian Pendidikan, dan juga perwakilan
dari UNESCO ini adalah untuk mendapat pengakuan bahwa Gordang
Sambilan merupakan warisan tak benda yang menjadi hak Suku Mandailing.
Warisan budaya ini harus dilestarikan dan juga diperkenalkan ke seluruh
Indonesia dan dunia. Sebelumnya, gordang sambilan sudah mulai dikenal di
Indonesia. Karena sering diadakan pertunjukan di tingkat nasional. Seperti
penampilan gordang sambilan di Aceh Internasional Percussion, dan juga gordang
sambilan pernah tampil di stasiun TV nasional, Indosiar. Dalam rangka
penyambutan dan pemberian marga kepada Kahiyang, putri Presiden Ir. Joko Widodo
di Medan. Bahkan gordang sambilan pernah menunjukkan eksistensinya pada Event
Asian Games ke-18 di Palembang.
Agar gordang sambilan tidak hanya dikenal di Indonesia, dan hanya
menjadi konsumsi untuk Negara sendiri. Tokoh-tokoh budaya Mandailing
mengusahakan agar gordang sambilang mendapat pengakuan dari UNESCO. Selain
melestarikan dan memperkenalkan gordang sambilan sebagai warisan budaya
Mandailing, tujuan utama untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO ini merupakan
salah satu upaya yang dilakukan, guna menghindari pengeklaiman Malaysia atau
Negara lain atas budaya Indonesia. Seperti yang mereka lakukan beberapa belas
tahun yang lalu.
Pemerintah daerah memberikan respon positif atas rencana ini. Hal ini
dapat dibuktikan dari kehadiran Bupati Mandailing Nata, beserta dinas
pendidikan dan kebudayaan. Bahkan pakar budaya Mandailing Dr. Bakhsan Parinduri
dari USU, Medan juga turut hadir. Selain pemerintah dan tokoh budaya, Ikatan
Pemuda Mandailing juga mendukung gordang sambilan untuk mendapat
pengakuan UNESCO.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar