Jumat, 29 April 2022

Rekomendasi Wisata Mandailing yang Memacu Adrenalin

Mandailing Natal— Beberapa orang lebih suka melakukan kegiatan yang dapat memacu adrenalin. Bahkan saat liburan, tidak sedikit wisatawan yang lebih memilih destinasi wisata yang cukup menantang dan menyatu dengan alam.

Jika kamu ingin liburan dan ingin melakukan yang yang cukup menantang selama liburanmu, maka Kabupaten Mandailing Natal adalah tempat yang cocok untuk kamu datangi. Kabupaten yang berada di perbatasan Sumatera ini menyimpan kekayaan alam melimpah yang oleh masyarakat dan pemerintah diolah menjadi agrowisata.

Hampir di setiap daerah memiliki tempat wisatanya sendiri. Mulai dari danau buatan, laut dan pantai, serta objek wisata yang dapat memacu adrenalin.

Berikut rekomendasi tempat wisata yang cukup menantang yang dapat kamu kunjungi saat di Mandailing Natal.

Arung Jeram

Arung Jeram Pastap Julu
Arung jeram yang berada di Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal ini semakin hari semakin terkenal. Bukan hanya di kalangan masyarakat Madina, tetapi juga hingga wisatawan asing. Objek wisata ini terbilang jauh dari Ibu kota Kabupaten Mandailing Natal atau Panyabungan. Jika dihitung, jarak tempuhnya mencapai 50 - 60 menit.

Berbeda dengan arung jeram pada umumnya yang menyediakan perahu karet yang muat 4-5 orang, arung jeram di desa ini hanya menyediakan perahu karet dengan muatan 1-2 orang saja. Bahkan kebanyakan dari pengunjung menggunakannya untuk 1 orang saja. Arena yang tidak memungkinkan untuk perahu karet yang lebih besar dan mungkin belum siap pengamanan untuk resiko yang lebih besar menjadi alasan mengapa pengelola hanya menyewakan perahu karet kecil.

Air sungai dari arung jeram yang dikelilingi hutan lindung ini sangat jernih. Bahkan kamu bisa melihat dasar sungai. Namun jangan salah, walaupun dasar sungainya terlihat, bukan berarti sungai ini tidak dalam. Ada beberapa titik yang airnya cukup dalam.

Dengan biaya sekitar Rp20.000-an, kamu sudah bisa menikmati wisata arung jeram ini. Tentunya biaya tersebut sudah lengkap dengan peralatan yang dibutuhkan dan juga pendampingan oleh penjaga objek wisata ini.

Mendaki Gunung

Gunung Sorik Marapi
Sumber gambar: www.madina.go.id
Gunung Sorik Marapi merupakan salah satu gunung berapi yang aktif di Sumatera Utara. Gunung ini terletak di Desa Sibanggor Julu, Kabupaten  Mandailing Natal dengan ketinggian 2.145 mdpl. Gunung ini banyak diminati para pendaki karena gunung ini memiliki pemandangan yang sangat indah.

Walaupun Gunung Sorik Marapi memiliki jalur pendakian yang cukup menantang dan menguras tenaga. Dengan Track yang cukup curam dan tajam dengan sudut kemiringan kurang lebih 70 derajat, dan waktu tempuh sekitar 5-7 jam tak membuat para pendaki menyurutkan niatnya untuk menaklukkan gunung ini.

Gunung yang katanya akan meletus setiap 100 tahun sekali ini memiliki sebuah kawah belerang berwarna putih. Di sekitar kawah, ada sebuah mata air yang rasanya cukup asam. Penduduk sekitar percaya bahwa air ini adalah obat yang paling mujarab.

Kamu tidak perlu membayar uang masuk jika ingin mendaki gunung ini, tetapi dibutuhkan perizinan yang cukup rumit. Kamu juga wajib ditemani oleh pemandu karena banyak aturan yang wajib dipatuhi selama kamu berada di gunung ini. Konon katanya, satu norma saja dilanggar, sama saja dengan bunuh diri. Untuk menyewa pemandu, kamu harus mengeluarkan biaya sebesar 300-400 ribu. Hal lain yang perlu kamu ketahui adalah bahwa perempuan dilarang untuk mendaki gunung ini.

Itulah tepat wisata memacu adrenalin yang bisa kamu kunjungi saat berlibur ke Mandailing Natal.

 

 

 

 


Senin, 25 April 2022

Pakkat, Lalapan Khas Ramadan dari Mandailing Natal

Mandailing Natal—Saat bulan Ramadan, pakkat tidak pernah absen sebagai menu khas yang dikonsumsi oleh sebagian masyarakat Mandailing Natal. Lalapan ini menjadi lalapan primadona saat Ramadan tiba.

Pakkat, makanan khas Mandailing Natal

Makanan khas dari Mandailing Natal ini memiliki rasa yang sedikit pahit. Jika pertama kali mencobanya, mungkin rasanya kurang cocok dengan lidah, tetapi jika sudah terbiasa akan membuat ketagihan. Pakkat bisa diolah menjadi berbagai macam hidangan, mulai dari jadi lalapan, dimakan dengan urap, atau digulai. Bahkan pakkat bisa membangkitkan selera makan.

Makanan yang biasanya hanya ditemui saat Ramadan saja. Mahadir Nasution beserta temannya Abduh Lubis, seorang pedagang pakkat mengatakan bahwa mereka menjual pakkat setiap hari hanya saat bulan  Ramadan. Sedangkan pada hari biasa, selain Ramadan, mereka hanya menjual pakkat pada hari Kamis. Mereka menjual pakkat pada hari Kamis karena pada hari ini ada pasar mingguan di Panyabungan, Ibu Kota Kabupaten Mandailing Natal.

Pakkat merupakan lalapan yang berasal dari pucuk rotan muda yang dibakar hingga lunak. Pucuk rotan yang diolah menjadi pakkat diambil dari hutan dari daerah Mandailing.

“Pakkat ini aslinya dari pucuk rotan yang diambil dari hutan di daerah kita. Biasanya dari Rao, Panti, dan paling banyak dari Natal,” Ungkap Mahadir saat diwawancarai pada 24 April, 2022.

Pakkat dibakar dalam bara api.

Pakkat yang dijual biasanya berukuran sekitar satu meter. Saat membeli pakkat, pedagang biasanya akan membuka kulit rotan yang telah dibakar hingga daging pakkat yang berwarna putih terlihat. Setelah itu, pakkat yang telah dikupas akan dipotong kecil-kecil, 3-5 sentimeter dengan membuang bagian kerasnya.

Walaupun pakkat selalu diburu saat bulan puasa tiba, tetapi stok rotan untuk membuat pakkat masih terpenuhi setiap tahunnya.

“Stoknya ada, sama seperti tahun sebelumnya. Masih ada barang untuk dijual. Penjualannya juga sama seperti tahun lalu.” Kata Mahadir.

Jika pergi ke Panyabungan, maka akan terlihat para pedagang pakkat hampir di sepanjang jalan. Bahkan hingga ke dalam pasar, para pembeli tetap bisa menemukan lalapan yang satu ini. Untuk harganya, pakkat terbilang makanan yang murah. Harganya berkisar 10-15 ribu rupiah saja. Harga pakkat biasanya tergantung pada ukuran dan kualitas rotannya.

“Harganya berbeda, ada yang dua 15 ribu, ada yang dua 10 ribu,” lanjut Mahadir.

Mahadir juga mengatakan bahwa dagangannya juga pernah masuk TV Nasional, yaitu TVRI.

Semakin banyak orang yang tahu tentang makanan ini, maka akan semakin banyak orang yang penasaran dan peminatnya juga akan bertambah. Dengan begitu, pakkat bisa menjadi kuliner khas yang dapat membantu Kabupaten Mandailing Natal agar semakin dikenal dan tentunya dapat membantu perekonomian masyarakat.

 


Sabtu, 23 April 2022

Manfaatkan Alam Sebagai Sumber Mata Pencarian

    Mandailing Natal – Indonesia merupakan negara agraris. Sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian. Kabupaten Mandailing Natal menjadi salah satu wilayah yang masyarakatnya bekerja di bidang pertanian. Memanfaatkan kekayaan alam untuk memenuhi kebutuhan.

Perkebunan di Indonesia
Sumber gambar: https://www.kompas.com/

    Mandailing Natal memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam beraneka ragam dan berlimpah. Berbagai macam tanaman pertanian tumbuh dengan subur di kabupaten yang sering disebut Madina ini. Dilansir dari berita.madina.go.id, pada 2012 produksi padi hasil dari sawah dan ladang masyarakat mencapai 179.829,54 ton. Daerah yang menjadi pusat produksi padi tersebut adalah Kecamatan Siabu dengan menyumbang 47.342,54 ton dari total produksi padi di Mandailing Natal.

Sumber gambar: https://berita.madina.go.id/

    Selain menghasilkan padi, Kabupaten Mandailing Natal juga menghasilkan kacang tanah sebesar 132,79 ton, kacang kedelai 793 ton, dan kacang hijau sebesar 49 ton dengan Kecamatan Natal sebagai daerah dengan jumlah produksi paling besar.

    Cabai juga menjadi produk unggulan dari kabupaten yang berada di Sumatera Utara ini. Kecamatan Siabu dan Kecamatan Puncak Sorik Marapi masing-masing memproduksi cabai sebanyak 109,73 ton dan 75,08 ton pada tahun 2012. Bahkan, hampir semua wilayah di Madina memiliki lahan pertanian cabai.

Sumber gambar: https://www.kompas.com/

    Selain komoditas tersebut, Mandailing Natal juga memproduksi buah-buahan. Produksi buah-buahan yang paling besar adalah jeruk dengan produksi sebanyak 5992,50 ton. Selain itu, produksi nangka, pisang, dan juga petai juga tinggi.

    Bukan hanya bertani, masyarakat Mandailing Natal juga mengolah lahan perkebunan. Pada 2013, tanaman perkebunan yang paling dominan di kabupaten ini adalah kelapa sawit dengan luas 72.595,48 ha dan jumlah produksi sebanyak 655.000 ton. Selain sawit, tanaman perkebunan yang menjadi andalan dari daerah ini adalah tanaman karet. Bahkan hampir seluruh masyarakat di sini memiliki kebun karet. Luas areal tanaman karet mencapai 72.169,28 ha dan produksi sebanyak 61.865,33 ton serta kakao seluas 5.242,06 ha dengan produksi sebesar 4.411,96 ton.

Sumber gambar: https://berita.madina.go.id/

    Selain sawit dan karet, Kabupaten Mandailing Natal juga memiliki potensi dalam pengembangan tanaman Kopi, Kulit Manis, Kelapa, Kemiri, Aren dan Cengkeh. Bahkan, kopi mandailing sudah sangat terkenal, apalagi di kalangan pecinta kopi.

    Tentunya, hasil pertanian dan perkebunan ini akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian Kabupaten Mandailing Natal. Oleh sebab itu, dalam jangka panjang kabupaten ini merencanakan untuk menjadi daerah agrowisata yang sekaligus sebagai salah satu pusat agrobisnis di Provinsi Sumatera Utara.


Jumat, 22 April 2022

Persiapkan Mudik dengan Vaksin Booster di Polimedia

Jakarta— Menjelang libur Idul Fitri, tentunya tidak sedikit umat muslim yang ingin pulang kampung atau mudik. Bersilaturahmi dan mengunjungi keluarga yang telah lama tidak ditemui akibat COVID. Tahun ini, pemerintah telah melonggarkan aturan mudik. Bahkan kamu bisa naik pesawat tanpa melakukan Rapid Test, Swab, dan PCR dengan syarat kamu telah melakukan vaksinasi dosis 3 atau Vaksin Booster.


Vaksin ketiga atau Vaksin Booster  merupakan vaksinasi dengan jenis vaksin yang sama (homolog) ataupun beda (heterolog) dengan vaksinasi primer dosis 1 dan 2. Vaksinasi booster dibutuhkan untuk mempertahankan tingkat kekebalan dan memperpanjang masa perlindungan dari vaksinasi primer.

Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta (Polimedia Jakarta) mengadakan vaksinasi gratis untuk Booster. Kegiatan vaksinasi ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 21 - 22 April, 2022.

Kuota untuk vaksin di Polimedia adalah 150 orang per hari. Pada hari pertama, kegiatan vaksin yang dilakukan mulai jam 08.00 - 12.00 WIB  ini dihadiri sekitar 50 orang. Kebanyakan yang hadir dan melakukan vaksin adalah pegawai Polimedia.

Pelaksanaan vaksin di Polimedia

Walau pun yang hadir cukup ramai, tetapi masih banyak jatah vaksin yang belum dibagikan. Oleh karena itu, pada hari kedua vaksinasi dibagi menjadi dua gelombang.

“Peserta vaksin cukup ramai, tetapi sepertinya masih banyak jatah vaksin yang belum terpakai karena saya lihat, absensinya banyak masih banyak yang belum terisi. Vaksin yang dilaksanakan hari Kamis dibagi menjadi 2 gelombang,” ungkap Sindi, peserta vaksin pada 21 April 2022.

Sindi mengaku jika ia melakukan vaksinasi adalah karena Vaksin Booster menjadi salah satu syarat agar bisa mudik.

“Salah satu alasan saya divaksin karena booster ini menjadi persyaratan yang wajib diikuti oleh masyarakat yang akan mudik,” lanjutnya.

Jenis vaksin adalah tba (saat ini terinfo: Astrazeneca). Setelah melakukan vaksin ketiga ini, biasanya orang akan merasakan beberapa efek samping, seperti nyeri di bekas suntikan, demam, sakit kepala, badan lemas, bahkan muntah dan mual.

Sindi mengatakan ia merasakan beberapa efek samping dari Vaksin Booster tersebut. Gejala yang ia alami bertahap, mulai dari nyeri hingga demam.

“Awalnya yang dirasa cuma pegel di tangan yang divaksin. Lama-lama semakin pegel. Terus pagi tadi demam dan lemas seluruh badan, tetapi sudah dikasih obat oleh Nakesnya,” kata Sindi.

Vaksin yang ada di Polimedia diperuntukkan bagi pegawai, dan mahasiswa Polimedia serta masyarakat sekitar. Jika kamu ingin melakukan Vaksin Booster di Polimedia, kamu bisa datang ke Tower Polimedia Jakarta pada waktu yang sudah ditentukan. Sebelum vaksin, jangan lupa untuk melakukan pendaftaran secara online pada link yang sudah tertera dan pastikan sudah mendapatkan tiket booster di Peduli Lindungi.

 


 

Pulau Tamang, Surga Tersembunyi dari Mandailing Natal

Mandailing Natal—Melakukan perjalanan ke pulau untuk mengisi waktu libur adalah hal yang menyenangkan. Apalagi jika pulau tersebut indah, bersih, dan masih sepi pengunjung. Jika kamu sedang liburan ke Mandailing Natal dan ingin melakukan trip ke sebuah pulau, maka Pulau Tamang adalah destinasi yang cocok untuk kamu datangi.

Pulau Tamang
Sumber gambar:https://northsumatrainvest.id/

Pulau Tamang adalah salah satu desa yang telah tersedia di distrik Batahan, kabupaten Mandailing Natal, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Pulau dengan luas sekitar  166 hektar ini sangat cocok untuk kamu yang sedang ingin healing dan bebas dari kebisingan kota.

Dengan panjang garis pantai mencapai 6 kilometer, pulau yang terletak di wilayah laut Kecamatan Batahan ini menyimpan kekayaan alam yang mengagumkan. Pulau ini juga memiliki nilai historis dan keunikan tersendiri. Berbeda dengan pulau pada umumnya, yang memiliki penginapan dan resort mewah, Pulau Tamang justru ditempati oleh masyarakat dengan jumlah penduduk sekitar 200 kepala keluarga. Oleh sebab itu, jika kamu ingin berpetualang ke sini dan ingin bermalam, maka harus harus menginap di rumah warga atau membawa perlengkapan tenda.

Sumber gambar:https://northsumatrainvest.id/

Dilansir dari  pariwisatasumut.net, masyarakat Desa Tamang berprofesi sebagai nelayan. Nelayan di sana merupakan nelayan tradisional. Mereka masih menggunakan peralatan seadanya saat melaut. Masayarakat Desa Tamang sangat ramah kepada pendatang baru dan jua para wisatawan. Jadi, saat berkunjung ke sana, kamu akan merasa nyaman.

Pulau Tamang sangat aman untuk dikunjungi. Akses jalan menuju ke pulau ini juga mudah dan dapat dicapai dari Pelabuhan Palimbungan hanya dalam hitungan menit. Jika kamu ingin menyebrang ke pulau ini, kamu bisa menggunakan kapal para nelayan.

Saat memasuki pulau ini, kamu akan disambut dengan birunya laut sejauh mata memandang. Sebagian rumah penduduk bertipe rumah panggung yang dibangun di tepi laut juga menambah kesan natural.

Sumber gambar:https://northsumatrainvest.id/

Kamu bisa melakukan berbagai kegiatan untuk mengisi waktu liburanmu di sini. Kamu bisa mengunjungi mercusuar yang ada di tengah laut. Dari atas mercusuar, kamu bisa menyaksikan keindahan pulau ini secara menyeluruh. Hamparan laut, pasir putih, dan hutan hijau yang menutupi sebagian permukaan pulau pastinya akan membuat kamu semakin betah di sana. Jika kamu suka menyelam, maka kamu bisa snorkeling. Jika kamu hobi memancing, kamu harus menaklukkan ikan-ikan yang ada di sini. Jika kamu hanya ingin bersantai, menikmati pemandangan alam di Pulau Tamang dengan berkeliling, maka kamu bisa berjalan kaki atau menggunakan kapal/sampan tradisional milik warga setempat.

Ayo, tunggu apalagi? Segera masukkan Pulau Tamang ke dalam list destinasi wisata yang ingin kamu kunjungi.


Tiga Pantai di Mandailing yang Jarang Diketahui, Cocok Buat Kamu yang Suka Menyendiri!

Mandailing Natal—Saat liburan beberapa orang ingin menghabiskan waktu di tempat yang sunyi, sepi, indah, dan tentunya cocok dijadikan sebagai tempat healing dari berbagai rutinitas yang melelahkan. Mengunjungi pantai bisa menjadi salah satu alternatif buat kamu yang suka menyendiri saat liburan.

Sumber gambar: www.idntimes.com

Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki tempat wisata dengan pesona alam  yang indah. Salah satu  objek wisata alam yang dapat kamu kunjungi saat berlibur ke (Madina) adalah pantai. Beberapa pantai di Madina ini masih jarang diketahui orang, jadi cocok untuk kamu yang kamu ingin tempat yang lumayan sepi dan ingin menyendiri.

Berikut 3 pantai yang wajib Kamu datangi saat berkunjung ke Mandailing Natal.

1.     Pantai Pulo Karo

Sumber gambar:https://www.pariwisatasumut.net/

Jika dilihat dari namanya, orang mungkin akan mengira jika pantai ini berada di Karo. Namun, pantai yang memiliki pemandangan eksotis ini terletak di Kabupaten Mandailing Natal. Pantai Pulo Karo berada di desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

 

Pantai ini memiliki view yang indah. Ada beberapa pulau yang bisa kamu lihat dari pantai ini. Bahkan beberapa dari pulau tersebut belum berpenghuni. Oleh karena itu, pantai ini sangat cocok bagi kamu yang ingin liburan ke alam, tapi tetap ingin menyendiri dan jauh dari kebisingan.

 

Jika kamu ingin mengunjungi pantai ini dari pusat kota Natal, maka kamu harus menempuh jarak sejauh ± 20 Km atau sekitar 25 menit jika mengendarai mobil.

2.     Pantai Batahan


Instagram.com/trybagus23
Sumber gambar: https://www.idntimes.com/

Pantai Bukit Malintang Buburan berada di Buburan, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pantai ini memiliki pemandangan dan pantai yang indah. Sekeliling pantai dipenuhi dengan tumbuhan dan juga pohon kelapa. Pantai ini belum terlalu dikenal, sehingga banyak wisatawan bahkan warga Mandailing yang tidak mengetahui pantai ini. Tentunya pantai ini sangat cocok untuk kamu yang suka tempat yang tenang.

3.     Pantai Barat

Instagram.com/ariannoval23
Sumber gambar: www.idntimes.com

Pantai ini terletak di ujung Mandailing Natal. Pantai yang sempat booming ini memiliki keindahan alam yang memukau. menyuguhkan pemandangan pantai nan elok dan tempat wisata pantai yang menarik. Pantai Barat ini juga menawarkan sunset terbaik dan indah, cocok untuk menenangkan pikiran setelah lelah bekerja.

Pantai ini masih belum dikelola dengan baik, padahal sangat berpotensi menjadi wisata popular. Hal ini karena hamparan Pantai Barat mencapai 170 km yang dikelilingi hutan mangrove. Dengan adanya hutan mangrove, suasana pantai menjadi nyaman dan tenang. Hembusan angin sepoi-sepoi ditemani pohon cemara yang hijau menambah tenang suasana.

Pantai ini tidak terlalu sering dikunjungi karena lokasinya yang jauh. Jadi, jika kamu ingin tempat yang tenang, Pantai Barat bisa menjadi salah satu [pilihan yang baik.

Nah, itu dia tiga pantai yang masih jarang diketahui dan jarang dikunjungi oleh wisatawan. Pastikan kamu mengunjungi salah satu dari pantai di atas saat berada di Mandailing Natal.

 

Sumber:

https://marhatahata.com/kuyy-nikmati-10-pesona-keindahan-pantai-di-kabupaten-mandailing-natal/

 

 

 


Intip Pesona Pantai Paling Hits di Mandailing Natal

Mandailing Natal–Keindahan pantai yang ada di Mandailing Natal tidak perlu diragukan lagi. Mengunjungi pantai-pantai yang ada di kabupaten yang ada di perbatasan Sumatera Utara ini memang pilihan yang tepat. Kamu akan dimanjakan dengan keindahan pantainya yang memukau.

Sumber gambar: https://dispar.madina.go.id/

Mandailing Natal atau yang sering juga disebut dengan MAdina memang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Banyak tempat yang berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata. Salah satu objek wisata yang paling terkenal dari kabupaten ini adalah pantainya.

Nah, pesona pantai paling hits dan paling direkomendasikan untuk kamu kunjungi ketika di Mandailing Natal. Yuk, simak ulasan berikut ini.

1.      Pantai Natal

Sumber gambar: http://disbudpar.sumutprov.go.id/

Pantai Natal ini terletak di Kecamatan Natal. Pantai ini merupakan pantai yang paling terkenal dan sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Pantai sepanjang ± 170 mil ini merupakan pantai dengan pasir yang indah. Dari Kota Panyabungan, kamu butuh waktu sekitar 4 jam untuk sampai di pantai ini.

Spot foto yang menarik dan keindahan sunset yang sangat menakjubkan, membuat pengunjung tidak bosan untuk berkunjung. Kamu juga bisa melihat keindahan pantai dari tengah laut dengan menyewa perahu. Di pantai ini juga selalu diselenggarakan Festival Pantai Natal untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang ada di daerah pesisir pantai barat Kabupaten Madina. Jika ingin bermalam, kamu juga bisa menyewa penginapan yang disediakan di sekitar pantai.

2.      Pantai Batu Badaun

Sumber gambar: https://dispar.madina.go.id/

Pantai ini berada di Desa Sikapas Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal. Pantai Batu Badaun bisa dibilang wisata alam baru di Madina. Sehingga belum ada pengelolaan khusus. Akan tetapi, kamu tidak perlu ragu untuk mengunjungi pantai dengan pemandangan eksotis ini.

Pantai yang sangat luas ini memiliki sebuah tanjung kecil yang terputus karena abrasi laut. Ujung tanjung berupa batu besar yang ditumbuhi pepohonan kecil yang rimbun. Kamu bisa melakukan beberapa aktivitas untuk mengisi waktu di sini, seperti berenang di pantai karena ombak terbilang cukup tenang. Menunggu dan melihat sunset, dan tentunya mengabadikan momen dengan berfoto.

Pantai ini bisa diakses melalui dua arah, yaitu dari Kabupaten Tapanuli Selatan dengan jarak sekitar ± 298 Km atau sebaliknya dari Panyabungan. Jika kamu dari Panyabungan, maka kondisi jalannya cukup baik dan hanya berjarak sekitar 192 Km atau sekitar 5 jam 45 menit perjalanan.

3.      Pantai Batu Rusa

Sumber gambar: https://www.travelingmedan.com;
 instagram babangali22

Pantai Batu Rusa atau Pantai Batu Ruso terletak di Jalan Pantai Barat, Desa Tabuyung, Muara Batang Gadis, Sumut, 200 mil jaraknya dari arah Panyabungan. Lokasi pantai ini lebih jauh dari pantai sebelumnya. Namun, kamu tidak akan menyesal mengunjungi pantai ini. Pantai banyak difavoritkan masyarakat ini menyimpan keindahan alam yang memiliki daya tarik tersendiri. Seperti namanya, pantai ini dulunya merupakan tempat persinggahan rusa.

Alamnya masih asri dan belum dijamah. Kamu bisa berenang di lautnya karena ombak di pantai ini tenang. Jajaran pohon kelapa yang tersusun rapi di sepanjang pantai, menambah keindahan alam di sini.

Selain terkenal karena keindahannya, pantai ini juga terkenal karena sejarahnya. Legenda seorang gadis bernama Gadih Rancak terkenal di kalangan masyarakat sekitar. Konon katanya, gadis ini menolak lamaran dari seorang pengusaha, karena dipaksa ia memilih untuk terjun ke laut dan menjadi batu besar di tepi Pantai Batu Rusa.

Nah gimana? Pastikan kamu mengunjungi salah satu dari pantai di atas saat berkunjung ke Mandailing Natal.



Sumber:

https://direktoripariwisata.id/unit/4236

https://www.travelingmedan.com/2020/03/pantai-batu-rusa.html

 


Sampuraga, Wisata Legenda dari Mandailing

Mandailing Natal— Sampuraga merupakan tempat wisata yang ada di Kabupaten Mandailing Natal. Tempat wisata ini sangat terkenal dengan nilai historisnya. Legenda Sampuraga telah diwariskan secara turun-temurun di Mandailing Natal (Madina).


Sumber gambar: pariwisatasumut.net

Sampuraga adalah sebuah kolam air panas yang berada di Desa Sirambas, Mandailing Natal. Objek wisata ini berjarak sekitar 17,6 km dari Panyabungan jika melewati Aek Godang. Sampuraga tidak bisa lepas dari cerita legenda yang diyakini menjadi asal-usul terbentuknya kolam air panas ini. Ceritanya hampir sama dengan kisah Malin Kundang dari Sumatera Barat.

Diceritakan jika Sampuraga, seorang pemuda yang sangat miskin ingin mengubah nasibnya dan ibunya dengan merantau ke kota. Setelah sukses, Sampuraga menjadi lupa diri dan tidak mengakui ibu kandungnya. Ibunya mengutuk Sampuraga. Bedanya dengan kisah Malin Kundang adalah Malin Kundang dikutuk menjadi batu, sedangkan Sampuraga tenggelam dan tempat itu menjadi Sumur Air Panas. Konon katanya, jika pengunjung meneriakkan kalimat “Sampuraga na maila marinang!” (Sampuraga yang malu memiliki ibu), maka air panas yang ada di kolam tersebut akan mendidih.

Objek wisata ini dulunya terbengkalai. Namun sekarang, objek wisata Sampuraga telah direnovasi dan dikelola oleh pemerintah. Mantan Bupati Madina, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution menata ulang dan mengoptimalkan destinasi wisata ini guna menjaga kelestariannya.

Sumber gambar: pariwisatasumut.net

Permukaan tanah di mana mata air Sampuraga keluar, kini dipercantik dengan lapisan semen permanen dan batuan bercorak. Di sekeliling kolam dibangun pagar pembatas agar pengunjung aman saat ingin melihat luapan mata air panas yang berasal dari dalam bumi tersebut. Bukan hanya itu, akses jalan menuju ke sana sudah tidak separah dulu lagi. Memang belum optimal, tetapi sudah cukup bagus untuk dilewati kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Saat diwawancarai, seorang pengunjung mengungkapkan jika akses jalan menuju Sampuraga memang masih kurang bagus dan masih dalam proses pembangunan.

“Menurut saya, akses jalan untuk ke sana masih kurang bagus karena jalannya kecil dan banyak juga bagian jalan yang rusak,” ungkap Febri.

Selain melihat kolam air panas, kamu juga bisa melakukan beberapa aktivitas menarik di sini. Kamu bisa merendam kaki di sungai yang ada di dekat kolam. Selain itu, kamu juga bisa merebus telur atau mie instan di air panas yang ada di sana. Tentunya, kamu bisa mengabadikan momen dengan berfoto di spot instagramable yang ada di tempat wisata ini.

Tempat wisata ini cocok dikunjungi untuk refleksi dan perbaikan diri. Sekaligus menanamkan nilai spiritual kepada anak, bahwa betapa pentingnya sikap patuh dan berbudi kepada orangtua.


Senin, 18 April 2022

Desak Penutupan PT SMGP, Sejumlah Halte di Panyabungan Dicoret

Mandailing Natal—Sejumlah halte dan dinding bangunan  di berbagai titik  Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), dicoret oleh oknum tidak dikenal. Coretan tersebut berisi desakan untuk menutup PT SMGP.

Sumber gambar: Instagram visitmadinacom

Kamis, 4 April 2022 sejumlah halte di Panyabungan dicoret menggunakan pilox. Coretan tersebut berisi tulisan untuk menutup perusahaan gas bumi yang ada di Mandailing Natal. Bukan hanya itu, tulisan-tulisan pada dinding halte juga berisi tuntutan untuk menangkap Riza Pasiki dan Aditiya.

Dilansir dari mandailingonline.com, lokasi halte yang menjadi titik aksi coret tersebut ada di halte Desa Gunung Tua, halte yang berada di kawasan kelurahan Dalan Lidang, dan halte di titik Desa Parbangunan.

Sementara itu, dinding bangunan yang dicoret berada di kawasan Saba Padang, Desa Pidoli Lombang, dan satu bangunan di Kelurahan Pidoli Dolok, tepatnya di persimpangan jalan ke arah Lintas Timur.

Belum diketahui pasti siapa yang menjadi dalang dari aksi vandalisme itu, tetapi menurut penuturan warga yang ditemui di  halte di depan kantor Satpol PP Madina dan pintu masuk Komplek Perkantoran Payaloting, mengaku baru melihat coretan tersebut pada Kamis siang.

Sumber Gambar: mandailingonline.com

Aksi ini terjadi setelah sebelumnya pipa PT SMGP bocor dan menyemburkan gas H2S yang menyebabkan sekitar 60 orang jadi korban keracunan. Lima di antaranya bahkan meninggal dunia (25/01/2011). Kejadian serupa kembali terjadi, pada 6 Maret 2022 , pipa gas dari perusahaan tersebut kembali bocor yang mengeluarkan gas H2S yang menyebabkan beberapa warga harus dilarikan ke rumah sakit. Korban yang jatuh akibat aktivitas PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) adalah penduduk lokal. Padahal 95% saham SMGP adalah milik asing.

Diketahui bahwa PT SMGP memang milik perusahaan asing. PT yang telah berdiri sejak 2010 di Indonesia ini telah di akuisisi oleh KS ORKA pada 2016, sehingga sebesar 95% saham PT. SMGP adalah milik KS ORKA. KS ORKA merupakan konsorsium dari perusahaan panas bumi Zhijiang Kaizan Compressor yang berasal dari China serta Hugar Orka yang berasal dari Islandia.

PT. OTP Geothermal Merupakan konsorsium (gabungan) dari perusahaan Origin Energy yang berasal dari Australia dan Tata Power yang berasal dari negara India. Dapat  dipastikan jika perusahaan ini adalah milik perusahaan asing. Mengetahui fakta tersebut, masyarakat semakin geram dan mendesak agar PT SMGP segera ditutup agar tidak menimbulkan dampak negatif lebih lanjut bagi warga dan lingkungan di sekitar perusahaan.


Jumat, 15 April 2022

Makna Ornamen Bagas Godang, Rumah Tradisional Mandailing Natal

Mandailing Natal—Setiap daerah di Indonesia memiliki rumah tradisional masing-masing. Rumah tradisional tersebut menjadi sebuah kebudayaan yang menjadi ciri khas daerahnya masing-masing. Bagas Godang adalah rumah tradisional dari Mandailing Natal. Ornamen yang terdapat dalam bangunan memiliki arti tersendiri yang berfungsi untuk melambangkan kepribadian masyarakat Mandailing.

Sumber gambar: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Bagas Godang merupakan rumah adat atau arsitektur tradisional Suku Mandailing. Bangunan Bagas Godang memiliki struktur yang unik dan khas. Pada bangunan adat ini, setiap ornamennya memiliki arti tersendiri. Unsur tersebut berupa atap, susunan ruang, tangga, tiang dan pola-pola hiasan. Diketahui bahwa unsur-unsur tersebut bermakna sebagai cerminan kepribadian masyarakat Mandailing.

Bangunan Bagas Godang mengandung ornament berupa simbol adat dalam bentuk  gambar-gambar hiasan. Baik yang bercorak gambar manusia, binatang,maupun tumbuh-tumbuhan, yang direkam dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga berbentuk lambang. Lambang tersebut mewakili satu jenis simbol adat sehingga terdapat beberapa macam jenis adat.

Berikut ornamen yang terdapat pada bangunan Bagas Godang.

1. Matahari (mata ni ari)

Arti dari ornament ini adalah bahwa seorang raja harus seperti matahari yang menerangi dan memberikan kehidupan kepada semua makhluk di bumi.

2. Bulan

Simbol bulan menandakan bahwa di kampung itu ada yang ahli tentang peredaran bulan, dan berdasar pada petunjuknyalah dapat diketahui bulan dan hari yang baik untuk turun ke sawah, melaksanakan perkawinan, berperang dan lain-lain.

3. Rudang (Bunga)

Menunjukkan bahwa di desa sudah lengkap paraget adatnya, panji-panji, bendera dan lainnya.

4. Panji-Panji

Menunjukkan bahwa setiap penduduk kampung telah mengetahui patik, uhum, ugari dan hapantunon.

5. Raga-Raga

Makna dari raga-raga adalah bahwa penduduk kampung itu terkait dan terjalin seperti raga antara satu marga dengan marga lain.

Sumber gambar: http://www.mandailingonline.com/

6. Suncang Duri

Ornamen ini menandakan  jika seorang musafir datang di suatu kampung dan langsung ke sopo godang, maka harus diberi makan dan bekal.

7. Podang (Pedang)

Podang melambangkan bahwa sebuah huta telah mampu menegakkan hukum.

8. Talar (Tempurung Kelapa)

Takar digunakan sebagai penimbang, Keadilan harus sama, tidak membedakan warga.

9. Tandunk ni Horbo (Tanduk Kerbau)

Kerbau adalah lambang adat dan kerajaan.Binatang ini jugalah yang dipotong jika ada horja besar.

10. Bindu/Pusuk ni robung (Rebung)

Bindu melambangkan Kehidupan sosial-budaya masyarakat Mandailing berlandaskan Adat Dalian Na Tolu (Tiga Tungku Sejarangan) atau Adat Markoum-Sisolkot (adat berkaum-kerabat).

11. Bona Bulu

Bona bulu melambangkan sistem pemerintahan Huta. Suatu pemukiman dapat disebut bona bulu apabila  sudah ada namora natoras, suhut, bayo-bayo, datu, sibaso, ulubalang dan raja huta.

12. Hala dan Lipan

Melambangkan  hukum adat yang sangat kuat dan adil.

Sumber gambar: https://berita.madina.go.id/


13. Burangir (Daun Sirih)

Burangir melambangkan fungsi Raja dan Namora Natoras. Artinya, segala sesuatu perihal baik yang menyangkut pelaksanaan upacara adat dan ritual harus terlebih dahulu meminta pertimbangan dan izin kepada raja.

14. Bondul NAopat

Melambangkan ketentuan dalam perkara. Maknanya setiap perkara adat akan diselesaikan di sopo godang atau balai sidang adat oleh namora natoras, dan keputusan yang diambil harus adil.

15. Halaman Bolak

Alaman silangse utang, melambangkan wewenang kekuasaan raja. Maknanya, bagi siapa yang mencuri dan berkelahi kalau dia lari ke alaman bolak maka yang mengejarnya tidak boleh mengganggunya lagi. Dan dia akan diadili seadil-adilnya di balai sidang adat.

16. Bintang Natoras

Melambangkan pendiri huta, maknanya huta tersebut didirikan oleh natoras yang sekaligus berkedudukan sebagai pemimpin pemerintahan dan pimpinan adat yang dilengkapi oleh hulu balang, bayo nagodang, datu, dan sibaso.

17. Gimbang

Melambangkan tingkat kepedulian sosial raja, maknanya yang dimiliki raja atas sawah yang luas dan persediaan bahan makanan yang cukup menjadi tempat memohon bantuan bagi masyarakat Huta yang kekurangan bahan makanan.

18. Manuk Nabontar (Ayam Putih)

Melambangkan sanksi hukum yang berat, Artinya, setiap orang yang melanggar adat dikenakan hukuman. Seperti menikah sesama marga, harus memotong kerbau, dan memberikan makan pada orang banyak, serta melepaskan ayam putih. Orang yang melanggar adat ini akan diusir dari kampung dan memutuskan tali persaudaraan dengan warga huta.

Itulah beberapa ornamen yang terdapat pada Bagas Godang Mandailing Natal.


Sumber: https://anyflip.com/lnyvw/jits/basic


Mengenal Kopi Mandailing Bersama SMK 1 Ulu Pungkut

Mandailing Natal — Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadon...