Sabtu, 23 April 2022

Manfaatkan Alam Sebagai Sumber Mata Pencarian

    Mandailing Natal – Indonesia merupakan negara agraris. Sebagian besar penduduknya bekerja di bidang pertanian. Kabupaten Mandailing Natal menjadi salah satu wilayah yang masyarakatnya bekerja di bidang pertanian. Memanfaatkan kekayaan alam untuk memenuhi kebutuhan.

Perkebunan di Indonesia
Sumber gambar: https://www.kompas.com/

    Mandailing Natal memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam beraneka ragam dan berlimpah. Berbagai macam tanaman pertanian tumbuh dengan subur di kabupaten yang sering disebut Madina ini. Dilansir dari berita.madina.go.id, pada 2012 produksi padi hasil dari sawah dan ladang masyarakat mencapai 179.829,54 ton. Daerah yang menjadi pusat produksi padi tersebut adalah Kecamatan Siabu dengan menyumbang 47.342,54 ton dari total produksi padi di Mandailing Natal.

Sumber gambar: https://berita.madina.go.id/

    Selain menghasilkan padi, Kabupaten Mandailing Natal juga menghasilkan kacang tanah sebesar 132,79 ton, kacang kedelai 793 ton, dan kacang hijau sebesar 49 ton dengan Kecamatan Natal sebagai daerah dengan jumlah produksi paling besar.

    Cabai juga menjadi produk unggulan dari kabupaten yang berada di Sumatera Utara ini. Kecamatan Siabu dan Kecamatan Puncak Sorik Marapi masing-masing memproduksi cabai sebanyak 109,73 ton dan 75,08 ton pada tahun 2012. Bahkan, hampir semua wilayah di Madina memiliki lahan pertanian cabai.

Sumber gambar: https://www.kompas.com/

    Selain komoditas tersebut, Mandailing Natal juga memproduksi buah-buahan. Produksi buah-buahan yang paling besar adalah jeruk dengan produksi sebanyak 5992,50 ton. Selain itu, produksi nangka, pisang, dan juga petai juga tinggi.

    Bukan hanya bertani, masyarakat Mandailing Natal juga mengolah lahan perkebunan. Pada 2013, tanaman perkebunan yang paling dominan di kabupaten ini adalah kelapa sawit dengan luas 72.595,48 ha dan jumlah produksi sebanyak 655.000 ton. Selain sawit, tanaman perkebunan yang menjadi andalan dari daerah ini adalah tanaman karet. Bahkan hampir seluruh masyarakat di sini memiliki kebun karet. Luas areal tanaman karet mencapai 72.169,28 ha dan produksi sebanyak 61.865,33 ton serta kakao seluas 5.242,06 ha dengan produksi sebesar 4.411,96 ton.

Sumber gambar: https://berita.madina.go.id/

    Selain sawit dan karet, Kabupaten Mandailing Natal juga memiliki potensi dalam pengembangan tanaman Kopi, Kulit Manis, Kelapa, Kemiri, Aren dan Cengkeh. Bahkan, kopi mandailing sudah sangat terkenal, apalagi di kalangan pecinta kopi.

    Tentunya, hasil pertanian dan perkebunan ini akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan perekonomian Kabupaten Mandailing Natal. Oleh sebab itu, dalam jangka panjang kabupaten ini merencanakan untuk menjadi daerah agrowisata yang sekaligus sebagai salah satu pusat agrobisnis di Provinsi Sumatera Utara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Kopi Mandailing Bersama SMK 1 Ulu Pungkut

Mandailing Natal — Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadon...