Jumat, 15 April 2022

Makna Ornamen Bagas Godang, Rumah Tradisional Mandailing Natal

Mandailing Natal—Setiap daerah di Indonesia memiliki rumah tradisional masing-masing. Rumah tradisional tersebut menjadi sebuah kebudayaan yang menjadi ciri khas daerahnya masing-masing. Bagas Godang adalah rumah tradisional dari Mandailing Natal. Ornamen yang terdapat dalam bangunan memiliki arti tersendiri yang berfungsi untuk melambangkan kepribadian masyarakat Mandailing.

Sumber gambar: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Bagas Godang merupakan rumah adat atau arsitektur tradisional Suku Mandailing. Bangunan Bagas Godang memiliki struktur yang unik dan khas. Pada bangunan adat ini, setiap ornamennya memiliki arti tersendiri. Unsur tersebut berupa atap, susunan ruang, tangga, tiang dan pola-pola hiasan. Diketahui bahwa unsur-unsur tersebut bermakna sebagai cerminan kepribadian masyarakat Mandailing.

Bangunan Bagas Godang mengandung ornament berupa simbol adat dalam bentuk  gambar-gambar hiasan. Baik yang bercorak gambar manusia, binatang,maupun tumbuh-tumbuhan, yang direkam dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga berbentuk lambang. Lambang tersebut mewakili satu jenis simbol adat sehingga terdapat beberapa macam jenis adat.

Berikut ornamen yang terdapat pada bangunan Bagas Godang.

1. Matahari (mata ni ari)

Arti dari ornament ini adalah bahwa seorang raja harus seperti matahari yang menerangi dan memberikan kehidupan kepada semua makhluk di bumi.

2. Bulan

Simbol bulan menandakan bahwa di kampung itu ada yang ahli tentang peredaran bulan, dan berdasar pada petunjuknyalah dapat diketahui bulan dan hari yang baik untuk turun ke sawah, melaksanakan perkawinan, berperang dan lain-lain.

3. Rudang (Bunga)

Menunjukkan bahwa di desa sudah lengkap paraget adatnya, panji-panji, bendera dan lainnya.

4. Panji-Panji

Menunjukkan bahwa setiap penduduk kampung telah mengetahui patik, uhum, ugari dan hapantunon.

5. Raga-Raga

Makna dari raga-raga adalah bahwa penduduk kampung itu terkait dan terjalin seperti raga antara satu marga dengan marga lain.

Sumber gambar: http://www.mandailingonline.com/

6. Suncang Duri

Ornamen ini menandakan  jika seorang musafir datang di suatu kampung dan langsung ke sopo godang, maka harus diberi makan dan bekal.

7. Podang (Pedang)

Podang melambangkan bahwa sebuah huta telah mampu menegakkan hukum.

8. Talar (Tempurung Kelapa)

Takar digunakan sebagai penimbang, Keadilan harus sama, tidak membedakan warga.

9. Tandunk ni Horbo (Tanduk Kerbau)

Kerbau adalah lambang adat dan kerajaan.Binatang ini jugalah yang dipotong jika ada horja besar.

10. Bindu/Pusuk ni robung (Rebung)

Bindu melambangkan Kehidupan sosial-budaya masyarakat Mandailing berlandaskan Adat Dalian Na Tolu (Tiga Tungku Sejarangan) atau Adat Markoum-Sisolkot (adat berkaum-kerabat).

11. Bona Bulu

Bona bulu melambangkan sistem pemerintahan Huta. Suatu pemukiman dapat disebut bona bulu apabila  sudah ada namora natoras, suhut, bayo-bayo, datu, sibaso, ulubalang dan raja huta.

12. Hala dan Lipan

Melambangkan  hukum adat yang sangat kuat dan adil.

Sumber gambar: https://berita.madina.go.id/


13. Burangir (Daun Sirih)

Burangir melambangkan fungsi Raja dan Namora Natoras. Artinya, segala sesuatu perihal baik yang menyangkut pelaksanaan upacara adat dan ritual harus terlebih dahulu meminta pertimbangan dan izin kepada raja.

14. Bondul NAopat

Melambangkan ketentuan dalam perkara. Maknanya setiap perkara adat akan diselesaikan di sopo godang atau balai sidang adat oleh namora natoras, dan keputusan yang diambil harus adil.

15. Halaman Bolak

Alaman silangse utang, melambangkan wewenang kekuasaan raja. Maknanya, bagi siapa yang mencuri dan berkelahi kalau dia lari ke alaman bolak maka yang mengejarnya tidak boleh mengganggunya lagi. Dan dia akan diadili seadil-adilnya di balai sidang adat.

16. Bintang Natoras

Melambangkan pendiri huta, maknanya huta tersebut didirikan oleh natoras yang sekaligus berkedudukan sebagai pemimpin pemerintahan dan pimpinan adat yang dilengkapi oleh hulu balang, bayo nagodang, datu, dan sibaso.

17. Gimbang

Melambangkan tingkat kepedulian sosial raja, maknanya yang dimiliki raja atas sawah yang luas dan persediaan bahan makanan yang cukup menjadi tempat memohon bantuan bagi masyarakat Huta yang kekurangan bahan makanan.

18. Manuk Nabontar (Ayam Putih)

Melambangkan sanksi hukum yang berat, Artinya, setiap orang yang melanggar adat dikenakan hukuman. Seperti menikah sesama marga, harus memotong kerbau, dan memberikan makan pada orang banyak, serta melepaskan ayam putih. Orang yang melanggar adat ini akan diusir dari kampung dan memutuskan tali persaudaraan dengan warga huta.

Itulah beberapa ornamen yang terdapat pada Bagas Godang Mandailing Natal.


Sumber: https://anyflip.com/lnyvw/jits/basic


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Kopi Mandailing Bersama SMK 1 Ulu Pungkut

Mandailing Natal — Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadon...