Senin, 18 April 2022

Desak Penutupan PT SMGP, Sejumlah Halte di Panyabungan Dicoret

Mandailing Natal—Sejumlah halte dan dinding bangunan  di berbagai titik  Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), dicoret oleh oknum tidak dikenal. Coretan tersebut berisi desakan untuk menutup PT SMGP.

Sumber gambar: Instagram visitmadinacom

Kamis, 4 April 2022 sejumlah halte di Panyabungan dicoret menggunakan pilox. Coretan tersebut berisi tulisan untuk menutup perusahaan gas bumi yang ada di Mandailing Natal. Bukan hanya itu, tulisan-tulisan pada dinding halte juga berisi tuntutan untuk menangkap Riza Pasiki dan Aditiya.

Dilansir dari mandailingonline.com, lokasi halte yang menjadi titik aksi coret tersebut ada di halte Desa Gunung Tua, halte yang berada di kawasan kelurahan Dalan Lidang, dan halte di titik Desa Parbangunan.

Sementara itu, dinding bangunan yang dicoret berada di kawasan Saba Padang, Desa Pidoli Lombang, dan satu bangunan di Kelurahan Pidoli Dolok, tepatnya di persimpangan jalan ke arah Lintas Timur.

Belum diketahui pasti siapa yang menjadi dalang dari aksi vandalisme itu, tetapi menurut penuturan warga yang ditemui di  halte di depan kantor Satpol PP Madina dan pintu masuk Komplek Perkantoran Payaloting, mengaku baru melihat coretan tersebut pada Kamis siang.

Sumber Gambar: mandailingonline.com

Aksi ini terjadi setelah sebelumnya pipa PT SMGP bocor dan menyemburkan gas H2S yang menyebabkan sekitar 60 orang jadi korban keracunan. Lima di antaranya bahkan meninggal dunia (25/01/2011). Kejadian serupa kembali terjadi, pada 6 Maret 2022 , pipa gas dari perusahaan tersebut kembali bocor yang mengeluarkan gas H2S yang menyebabkan beberapa warga harus dilarikan ke rumah sakit. Korban yang jatuh akibat aktivitas PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) adalah penduduk lokal. Padahal 95% saham SMGP adalah milik asing.

Diketahui bahwa PT SMGP memang milik perusahaan asing. PT yang telah berdiri sejak 2010 di Indonesia ini telah di akuisisi oleh KS ORKA pada 2016, sehingga sebesar 95% saham PT. SMGP adalah milik KS ORKA. KS ORKA merupakan konsorsium dari perusahaan panas bumi Zhijiang Kaizan Compressor yang berasal dari China serta Hugar Orka yang berasal dari Islandia.

PT. OTP Geothermal Merupakan konsorsium (gabungan) dari perusahaan Origin Energy yang berasal dari Australia dan Tata Power yang berasal dari negara India. Dapat  dipastikan jika perusahaan ini adalah milik perusahaan asing. Mengetahui fakta tersebut, masyarakat semakin geram dan mendesak agar PT SMGP segera ditutup agar tidak menimbulkan dampak negatif lebih lanjut bagi warga dan lingkungan di sekitar perusahaan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Kopi Mandailing Bersama SMK 1 Ulu Pungkut

Mandailing Natal — Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadon...