Mandailing Natal-Rafflesia meijerii pertama kali ditemukan di Sumatera Utara pada tahun 2003 di Taman Wisata Alam (TWA) Sicikeh-cikeh. Sedangkan di Taman Nasional Batang Gadis, tanaman yang sering disebut juga dengan Bunga Padma Hitam ini pertama kali ditemukan pada tahun 2004. Keberadaan R. meijerii di Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) menjadi salah satu objek yang dapat meningkatkan nilai ekologi dan ekonomi kawasan.
![]() |
| Jenis baru bunga Padma (Rafflesia sp.) Sumber gambar: imornesia.wordpress.com |
Rafflesia ini merupakan spesies endemik Sumatera Utara dan merupakan spesies baru. Rafflesia ini berbeda dengan kebanyakan rafflesia pada umumnya. Anggota marga Rafflesia tidak memiliki akar, batang, dan daun sehingga pertumbuhan dan perkembangannya masih menjadi objek kajian yang memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Perbedaan paling mencolok dari rafflesia ini dengan rafflesia lainnya adalah dari segi ukuran. Rafflesia meijerii lebih kecil dibandingkan dengan rafflesia pada umumnya.
Keunikan bunga Rafflesia jenis ini diharapkan menjadi daya tarik untuk mempengaruhi masyarakat mengunjungi kawasan, namun ternyata hanya beberapa kelompok masyarakat seperti akademisi/peneliti dan pendaki yang telah menikmati penampakan R. meijerii yang sedang mekar bahkan tidak semua anggota masyarakat di sekitar TNBG yang mengetahui keberadaan spesies langka ini.
Di Sumatera, Rafflesia meijerii tumbuh paling mendominasi di kawasan TNBG beberapa side telah dicatat sebagai habitatnya. Beberapa daerah persebaran Rafflesia meijerii di kawasan TNBG adalah di Sopotinjak, Sibanggor Julu, Pagar Gunung, Pastap Julu dan Sayur Maincat.
![]() |
| Sumber gambar: https://www.nusapedia.com/ |
Rafflesia meijerii tumbuh di hutan hujan pada ketinggian 1320 m dpl, dengan pH 6.5 dan kelembaban udara 74%. Diameter bunganya berkisar 14 - 20 cm, dengan rata-rata diameter diafragma 13 cm dan diameter discuss 7 cm. Tanaman ini masuk ke dalam flora yang dilindungi di PP No 106 tahun 2018 tentang jenis satwa dan flora yang dilindungi.
Upaya konservasi yang sudah dilakukan TNBG untuk menyelamatkan kelangsungan hidup di habitatnya berupa pembuatan Demplot Rafflesia, Rafflesia meijerii membutuhkan waktu berkisar 379 hari dengan masa mekar hanya 13 hari saja dan selanjutnya membusuk.
Menurut literatur, Rafflesia meijerii sama sekali tidak memiliki procesii pada permukaan discusnya. Namun, di TNBG telah ditemukan Rafflesia meijerii yang memiliki procesii di permukaan discusnya sehingga temuan ini menjadi lebih menarik untuk dikaji nantinya.
Oleh karena itu, dilakukan kegiatan untuk untuk mengamati dan memantau pertumbuhan Rafflesia di demplot yang telah dibuat. Kegiatan ini dilakukan tanggal 4-5 September 2019. Kegiatan yang bertempat di Resort 5 (Rest Area) Desa Sopotinjak Kecamatan Batang Natal Seksi PTN Wilayah III Muara Soma ini bertujuan untuk menjaga kelestarian dari Rafflesia di Taman Nasional Batang Gadis.
Sumber:
https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/88297


Tidak ada komentar:
Posting Komentar