Jalanan rusak sudah menjadi masalah tanpa ujung bagi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal. Perbaikan telah beberapa kali dilakukan oleh pemerintah. Namun, hasilnya nihil. Kerusakan jalan bukan hanya terjadi di desa, tapi juga di jalan-jalan utama. Salah satunya Jalan Lintas Sumatera, di Desa Pasar Maga.
Pada 2021 kemarin, kerusakan hanya terjadi di beberapa titik saja. Kerusakan tersebut juga belum cukup parah. Akan tetapi, bukannya lebih baik, kerusakan jalan di desa tersebut justru semakin parah. Sebagian besar kerusakan jalan tersebut berlubang dengan kedalaman yang cukup bervariasi.
Dilansir dari Antaranews.com (18/05/2021), Rahmat Risky Daulay anggota DPRD Mandailing Natal dari partai Demokrat mengungkapkan jika Kerusakan jalan ini sudah berlangsung lama. Kerusakan paling parah berada di Desa Pasar Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Desa Laru Baringin Kecamatan Tambangan, Desa Saba Pasir, dan Kelurahan Kotanopan Kecamatan Kotanopan.
| Sumber: Antarnews.com |
Kerusakan jalan ini tentunya sangat merugikan warga, khususnya pengguna jalan. Kendaraan akan kesulitan saat melintasi jalanan, kendaraan mudah rusak, dan tentunya rawan terjadi kecelakaan. Apalagi saat turun hujan. Lubang-lubang jalan tidak terlihat karena tertutup air. Bukan hanya itu, jalanan rusak juga sering menyebabkan kemacetan karena kendaraan yang kesulitan untuk lewat.
Selain itu, kerusakan jalan yang parah dapat mengurangi minat wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah Mandailing Natal. Tak jarang mereka mengeluh tentang jalanan yang rusak karena menyebabkan perjalanan kurang nyaman dan membutuhkan lebih banyak waktu di jalan. Jika begini terus, tempat wisata di Mandailing akan sepi pengunjung.
Orang-orang akan malas jika harus menempuh perjalanan dengan keadaan jalan yang rusak parah. tentunya wisatawan akan beralih ke tempat yang menyajikan kenyamanan untuk perjalanan mereka.
Bahkan saat wisatawan mengunjungi tempat wisata yang bagus. Mereka cenderung berpikir dua kali untuk kembali ke sana lantaran jalan yang ditempuh rusak, sehingga berbahaya untuk dilewati.
Dalam wawancaranya, Rahmat Risky Daulay mengatakan jika DPRD telah mendesak BBPJN untuk melakukan perbaikan. Akan tetapi, sejak wawancara itu dilakukan pada tahun lalu, jalan di Kabupaten Mandailing Natal masih rusak parah. Kerusakan jalan ini akan terus berlanjut jika pemerintah hanya berbicara saja.
Kalau begini terus, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Mandailing Natal akan terus menurun. Bukan hanya wisatawan dari luar daerah, tapi juga wisatawan lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar