Mandailing Natal-Lopek Maga atau Lepat Maga menjadi salah satu makanan tradisional khas Mandailing yang berasal dari Desa Maga, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal. Lopek maga merupakan kue basah yang sering dibeli wisatawan yang sedang berkunjung ke Maga untuk dijadikan oleh-oleh.
![]() |
| Sumber gambar: https://pdipkreatif.id/ |
Kudapan ini terbuat dari dari tepung ketan yang diisi dengan gula merah yang telah dicampur dengan kelapa parut. Isian dari lopek ini biasa disebut "inti" oleh masyarakat sekitar. Lopek dibungkus menggunakan daun pisang yang telah dipotong sekitar 4 cm dan dimasak dengan cara dikukus sampai matang. Rasanya sangat manis dan lezat. Lopek maga memiliki bentuk yang khas. Berbeda Dengan lopek atau lepat pada umumnya yang berbentuk persegi atau persegi panjang, lopek maga justru berbentuk segitiga.
Jika kamu berkunjung ke Desa Maga, kamu bisa menemukan beberapa produsen lopek maga. Di Desa Pasar Maga, terdapat produsen lopek yang sudah terkenal, yaitu Etti Hartini. Bahkan lopek yang ia jual terkenal hingga luar daerah. Dulunya, Etti hanya berjualan di depan rumah. Namun, sekarang ia membuka warung lain yang berada di dekat SDN 164 Pasar Maga. Jadi, saat kamu memasuki Desa Pasar Maga dari arah Panyabungan, maka warung yang pertama kali kamu temukan adalah warung milikinya.
Menjadi salah satu makanan tradisional yang paling dicari wisatawan saat berkunjung atau yang sedang lewat dari Desa Pasar Maga, membuat pedagang lopek maga mendapat keuntungan yang lumayan. Etti mengatakan selama ini banyak pelanggan dari luar Mandailing Natal. Terlebih saat lebaran tiba, penjualan akan meningkat. Namun, sejak Covid-19 mewabah permintaan dan pesanan turun drastis.
Dilansir dari Startfmmadina.com, Etti mengungkapkan jika penjualan menurun selama pandemi.
“Pelanggan kita kebanyakan dari luar Madina, semenjak ada virus corona produksi semakin sedikit dan penjualan menurun drastis. Setiap lebaran biasanya kami banyak menerima pesanan, tetapi lebaran kemarin sangat jauh bedanya, karena pemudik pun tidak ada lagi,” kata Etti.
“Biasanya bus AKAP singgah di sini untuk membeli oleh-oleh, tapi sekarang sudah jarang singgah,” Lanjut Etti.
Menurunnya penjualan Lopek maga selama COVID menjadi hal yang wajar, mengingat konsumen utama dari makanan tradisional ini adalah para wisatawan dari luar daerah. Karena pandemi, orang jadi jarang keluar rumah dan hal ini tentunya berdampak pada penjualan.
Sumber: https://startfmmadina.com/penjualan-menurun-di-tengah-pandemi-produsen-lopek-maga-terancam-tutup/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar