Kekayaan flora yang ada di Taman Nasional Batang Gadis sudah tidak diragukan lagi. Sebagai Taman Nasional paling terkenal dari Mandailing Natal, TNBG menyimpan ribuan jenis flora. Salah satu tumbuhan yang menjadi endemik Taman Nasional ini adalah Impatiens batanggadisensis N Utami. Sesuai namanya, Impatiens jenis ini hanya bisa ditemukan di Taman Nasional Batang Gadis.
![]() |
| Sumber gambar: https://www.menlhk.go.id/ |
Impatiens Atau atau yang sering disebut dengan inai air merupakan tanaman indah yang bunganya mirip anggrek. (Mabberley, 1987). Tanaman ini menjadi satu-satunya marga dalam suku Balsaminaceae (Pacar-pacaran) yang mempunyai nilai ekonomi (Burkill, 1935; Waller, 1979). Tentu hal ini bukan tanpa alasan, tumbuhan yang memiliki bunga yang indah ini berpotensi untuk dijadikan sebagai tanaman hias. Itu karena Impatiens karena mudah tumbuh, tidak henti berbunga sepanjang musim, tahan terhadap polusi udara.
Impatiens merupakan herba semi sukulen. Beberapa jenis diantaranya berupa setengah perdu, mahkota bunga mempunyai taji. Di Indonesia baru diketahui sekitar 50 jenis, tersebar di Jawa ± 10 jenis (Baker dan Bakhuizen, 1963). Sisanya di Sumatera, Papua, dan Sulawesi. Di Sumatera Utara, tepatnya di Taman Nasional Batang Gadis, salah satu jenis dari Impatiens Atau ini ditemukan.
![]() |
| Sumber gambar: https://www.llifle.com/ |
Ada dua Impatiens endemik di Taman Nasional Batang Gadis yaitu Impatiens batanggadisensis N. Utami dan Impatiens sorikensis N. Utami. Tingginya ± 60 cm dengan batang yang mengandung air. Daunnya bersilang, menumpuk di ujung. Daun tersebut berbentuk bulat telur sampai lonjong, ujung daun runcing, pinggir daun berombak, dan gundul pada kedua permukaannya.
Bunganya yang sepintas seperti anggrek terlihat sangat indah dengan warna kuning dengan tanda merah pada mahkota lateral. Dua daun kelopaknya berbentuk bulat telur. Daun kelopak bawah berbentuk perahu, dan tajinya berbentuk benang melengkung. Mahkota dorsal berkantong dengan tonjolan menyerupai sayap pada bagian atasnya.
Impatiens batanggadisensis N Utami ini tersebar di Gunung Sorik Marapi dan banyak ditemukan di lantai hutan pada ketinggian 1.100 – 1.400 mdpl. Tentunya tanaman ini akan memiliki nilai ekonomi jika tanaman ini masih ada. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga habitat dari tanaman ini agar tidak punah.
https://pdfs.semanticscholar.org/cb52/f94532bca11cacb57f20b72edc011a7b2e76.pdf


Tidak ada komentar:
Posting Komentar