Senin, 09 Mei 2022

Halal Bi Halal Forum Rangkuti, Parinduri, Mardia Kabupaten Mandailing Natal

Mandailing NatalRangkuti adalah salah satu marga dari suku Mandailing yang berada di Sumatera Utara. Marga ini berasal dari Mandailing Natal. Rangkuti berasal dari Kata “Orang Yang Ditakuti”. Jika diucapkan secara cepat, maka akan terdengar menjadi “Rangkuti”.

Halal bi Halal Marga Rangkuti

Rangkuti juga terdiri dari marga parinduri dan juga mardia. Untuk menjaga silaturahmi di antara keluarga semarga, masyarakat yang tergabung ke dalam forum rangkuti, parinduri, dan mardia menggelar acara halal bi halal. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Mei 2022 di Desa Runding, Panyabungan Barat.

Desa Runding dipilih sebagai tuan rumah dari acara halal bi halal ini karena marga Rangkuti berasal dari desa ini. Desa Runding merupakan desa terakhir di daerah ini.

Gordang Sambilan

Abdul Rozak Rangkuti, bendahara acara halal bi halal tahun ini mengungkapkan jika acara halal bi halal ini hanya digelar sesekali. Acara ini bukan acara tahunan.

“Ini bukan acara tahunan, biasanya digelar sekali dalam tiga tahun,” Ungkap Rozak pada 7 Mei 2022.

Halal bi halal tahun ini cukup meriah. Banyak masyarakat bermarga rangkuti yang menghadirinya. Bahkan, banyak masyarakat yang rela pulang kampung untuk menghadiri acara ini.

“Acara halal bi halal tahun ini cukup besar. Tamunya bukan hanya masyarakat bermarga Rangkuti saja, tetapi beberapa orang penting seperti perwakilan dari bupati, Kapolres, Camat Panyabungan Barat, dan yang lainnya juga turut menghadiri acara ini,” lanjut Rozak.

Rangkaian acara halal bihalal tahun ini dimulai dengan penyambutan tamu penting dengan alunan gordang sambilan. Setelah para tamu duduk, acara dilanjutkan dengan persembahan tari tor-tor  Mandailing. Setelah itu, acara dibuka dengan kata sambutan dari beberapa tamu, lalu penampilan tari daerah (Tari Sinanggar tulo) dari bujing-bujing atau remaja perempuan dari Kecamatan Lembah Sorik Marapi.

Penmapilan Tari Sinanggar tulo

Bukan hanya menampilkan tarian daerah dan juga lagu-lagu daerah. Acara halal bi halal ini juga diisi dengan ceramah dari seorang ustadz bermarga Rangkuti.

Uniknya, acara ini tidak memiliki sponsor. Melainkan berdiri sendiri. Biaya yang dikeluarkan untuk halal bi halal didapat dari sumbangan yang diberikan oleh masyarakat bermarga Rangkuti, parinduri, dan mardia. Halal bi halal tahun ini bukan hanya untuk mempererat tali silaturahmi sesama marga rangkuti, melainkan untuk melantik pengurus baru.

Persatuan marga ini bukan hanya melakukan halal bi halal untuk mempererat tali silaturahmi di antara mereka. Pomparan marga Rangkuti, Parinduri, Mardia juga melakukan pengajian bulanan yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah masyarakat Rangkuti, Parinduri, dan Mardia.

 

 

 

 

 

 

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Kopi Mandailing Bersama SMK 1 Ulu Pungkut

Mandailing Natal — Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadon...