Mandailing Natal—Indonesia adalah negara yang sangat luas. Setiap daerah yang ada di negara ini memiliki keunikannya masing-masing. Begitu pula dengan Kabupaten Mandailing Natal. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Barat.
Ditetapkan pada 23 November tahun 1998 dan diresmikan 9 Maret 1999 pada awalnya memiliki 8 kecamatan. Kini, kabupaten ini memiliki 23 kecamatan. Ada banyak hal unik yang bisa kamu temukan di kabupaten seluas ±6.134,00 km2 atau 8,40 persen dari wilayah Sumatera Utara ini.
Berikut tiga hal unik yang dapat kamu temukan di Kabupaten Mandailing Natal.
Air Asam
| Sumber: http://atikahnasirrangkuti.blogspot.com/ |
Air asam atau aek macom menjadi hal unik yang kamu temui di kabupaten ini. Air asam ini mengalir Kecamatan Lembah Sorik Marapi (LSM). Hampir semua sungai di kecamatan ini dialiri oleh air asam. Air ini menjadi asam karena bercampur dengan belerang yang berasal dari Gunung Sorik Marapi. Aliran sungai air asam ini mengandung kadar asam yang sangat tinggi. Jadi, jika kamu memasukkan air tersebut ke dalam mulut, maka rasa asamnya akan sangat terasa. Walaupun unik, tetapi air asam ini tidak selamanya menjadi hal baik bagi masyarakat sekitar.
Pakaian yang dicuci di air ini akan mudah rusak, bahkan pakaian berwarna putih cukup dicuci beberapa kali untuk mengubah warnanya menjadi kuning. Para petani juga cukup dirugikan. Banyak area sawah yang tidak dapat difungsikan karena air asam ini merusak kandungan tanah. Untungnya, jika kamu ingin berenang di sungai air asam ini, kamu tidak perlu takut dengan hewan melata, karena ikan saja tidak bisa hidup di sungai yang dialiri air asam ini. Sungai air asam yang paling terkenal adalah Aek Singolot di Purba Baru dan juga Aek Maga di desa Pasar Maga.
Serambi Mekkah Sumatera Utara
![]() |
| Sumber: https://beritahuta.com/ |
Menjadi daerah yang memiliki banyak pesantren menjadikan kabupaten ini dijuluki sebagai serambi Mekkah Sumatera Utara. Pesantren terbesar di Sumatera Utara juga berasal dari kabupaten ini, yaitu Pesantren Musthafawiyah. Pesantren yang telah berdiri sejak 1912 ini berada di Purba Baru Mandailing Natal. Ulama legendarisnya bernama Abdul Qadir Al Mandaili. Di Madina, peci lebih dominan dibandingkan topi. Bahkan bupati terpilih dalam kesehariannya mengenakan peci.
Selain Pesantren Musthafawiyah, ada sekitar 22 pesantren lain yang berdiri di kabupaten yang memiliki slogan “Negeri Beradat Taat Beribadat” seperti Pondok Pesantren Roihanul Jannah, Pasar Maga, Pondok Pesantren Darul Ulum, Muara Mais Tambur, dan lainnya.
Tempat Wisata Gratis
![]() |
| Sumber: https://madina.go.id/ |
Hal unik lainnya dari kabupaten ini adalah banyak tempat wisata gratis. Ya, jika kamu ingin liburan tapi budget pas-pasan, maka Kabupaten Mandailing Natal adalah solusinya. Ada banyak destinasi wisata gratis yang dapat kamu kunjungi di kabupaten ini seperti sungai dan bendungan Aek Godang, Sampuraga, Air Terjun, Danau, dan destinasi wisata lainnya. Bahkan, jika kamu pergi ke Kantor Bupati Mandailing Natal, maka kamu bisa mendatangi tempat wisata yang ada di sana tanpa dipungut biaya sepeserpun. Kamu bisa healing di panatapan, piknik di Taman Raja Batu, dan lainnya. Tentunya, jika kamu mengunjungi destinasi wisata gratis, maka kamu akan menghemat biaya liburanmu.
Itulah tiga fakta unik dari Kabupaten Mandailing Natal.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar