Jumat, 04 Maret 2022

Organisai Turun-Temurun Naposo Nauli Bulung

 

Naposo nauli bulung merupakan sebuah organisasi yang dimiliki oleh sebagian orang batak. Salah satunya adalah Mandailing. Organisasi ini dijalankan oleh pemuda-pemudi atau masyarakat yang belum pernah berumah tangga. Naposo artinya pemuda, nauli artinya cantik, dan bulung artinya daun. Daun dalam hal ini adalah daun yang masih hijau muda. Daun berwarna hijau muda lambang kehidupan yang masih dalam proses berkembang atau masih menunggu saat menjadi daun yang tua. Maksud dari menunggu di sini ialah menunggu  saat untuk berumah tangga atau langka matobang.   

Dalam wawancara pada tanggal 1 Maret 2022, Ramli Yahya yang merupakan mantan ketua naposo nauli bulung mengungkap bahwa naposo artinya muda, nauli artinya gadis-gadis. Berarti pengertian naposo nauli bulung adalah anak lelaki dan anak perempuan yang masih muda dan  belum berumah tangga yang masih dalam pengawasan orang tua. Naposo nauli bulung adalah lambang kehidupan dari suatu huta ta atau desa. Maju mundurnya suatu huta atau desa tergantung kepada naposo nauli bulungnya.

Naposo nauli bulung atau yang sering disebut NNB sudah ada sejak lama.

“Sepengetahuan saya ketua nnb telah berganti sekitar 13 kali. NNB ini didirikan untuk mengembangkan kreativitas baik dalam sosial maupun budaya di dalam masyarakat.” Lanjutnya.




Organisasi ini didirikan bukan tanpa tujuan. Setiap remaja yang telah bergabung ke dalam NNB wajib menjalankan setiap tugas yang ada.

Ramli mengungkapkan bahwa ada beberapa tugas yang harus dijalankan oleh anggota NNB di huta atau desa masing-masing, tugas tersebut yaitu:

1.Apabila ada horja (Pesta Pernikahan) naposo bulungnya  pataonkon (mengundang)

2. Mempersiapkan teratak dan membongkarnya kembali setelah siap pesta atau horja

3. Mempersiapkan pelaminan

4. Menghidangkan makanan atau mangoloi

5. Nauli bulung mencuci piring dan mempersiapkan makanan  (marsonduk)

6. Naposo bulung, apabila ada yang meninggal membawa orang yang meninggal itu ke  pemakaman.

Tugas lain yang harus dilakukan oleh anggota NNB adalah membantu mengerjakan semua acara yang diadakan di desanya. Anggota NNB juga wajib hadir jika ada rapat, dan juga wajib mengikuti acara gotong royong.

Selain memiliki tugas, anggota NNB juga memiliki hak atau keuntungan selama mengikuti organisasi. Menurut Ramli, hak-hak tersebut adalah:

1. Berhak meminta untuk diajari untuk mengetahui adat ,seni dan budaya di bawah bimbingan orang tua dan hatobangon

2.berhak mendapat perlindungan dan pembelaan dari orang tua dan hatobangon di huta

3. Berhak bertamasya muda-mudi atau marmayam-mayam naposo nauli bulung (ke tempat rekreasi)

4. Berhak mengadakan horja naposo nauli bulung yang dibina dan dibimbing, diawasi oleh orang tua dan hatobangon di huta.

Setiap anggota berhak untuk mendapat haknya. Bahkan yang bukan anggota atau anggota yang tidak terlalu aktif. Hanya saja, muda-mudi yang datang tidak terlalu banyak. Seperti yang dikatakan oleh Sri wahyuni , selaku ketua NNB di Desa Pasar Maga sekarang, “Jika ada seorang warga yang mengadakan acara apapun itu pasti minat anggota berkurang, bahkan tidak ada yg ikut berpartisipasi.”



Organisasi yang merupakan bagian dari adat istiadat ini harus tetap dilestarikan. Walaupun pada kenyataannya, minat muda-mudi yang belum masuk atau yang telah bergabung di dalamnya mulai berkurang.

Wahyuni mengatakan bahwa “ Seiring berjalannya waktu dan melihat zaman sekarang kondisi/keadaan organisasi sangat pasif dibanding dgn tahun2 lalu.”

“Hal ini disebabkan oleh  beberapa faktor, seperti kurangnya kesadaran dalam berorganisasi, banyaknya anggota organisasi yang sedang kuliah di luar kampung sehingga  partisipasi dalam berorganisasi berkurang, dan kurangnya minat setiap anggota dalam hal apapun dikarenakan jiwa-jiwa  berorganisasi yang semakin menurun.” Lanjutnya.

Sependapat dengan Wahyuni, salah satu anggota NNB juga mengatakan bahwa organisasi ini mulai pasif.

“Mungkin itu karena pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi zaman sekarang. Terutama sejak adanya mobile phone. Kebanyakan para pemuda dan remaja lalai dan asik memainkan HP, yang semakin lama membuat rasa persatuan itu semakin menipis. Mungkin juga karena sebagian dari mereka tidak peduli dan dan acuh tak acuh pada organisasi tersebut yang membuat organisasi kita semakin pasif.” Marzuki, 1 Maret 2022.

Tentunya setiap masalah memiliki solusi. Saat diwawancarai, Wahyuni berpendapat bahwa solusi untuk masalah ini sederhana.

“Sederhana, solusinya adalah kesadaran diri sendiri dari setiap anggota karena organisasi ini harus dilanjutkan sampai kapanpun (tidak ada batas waktu yang ditetapkan) karena organisasi ini sebagai benteng atau penopang dalam bermasyarakat.”

Sedangkan menurut marzuki, pemuda-pemudi harus mengikuti rapat, karena dalam rapat dijelaskan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam organisasi NNB. 

“Kalau ada rapat atau musyawarah organisasi, disitulah diterangkan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan dalam organisasi PNNB. Pemuda dan pemudi merupakan pagar dari suatu desa. Dalam rapat tersebut semua anggota harus diberikan arahan, saran, dan pengertian tentang pentingnya organisasi ini. Mudah-mudahan selangkah demi selangkah tumbuh kesadaran dalam diri masing-masing setiap anggota supaya aktif dalam organisasi.” tuturnya. 

Organisasi ini harus tetap ada. Selain menjadi warisan adat, organisasi naposo nauli bulung ini juga memberikan dampak positif bagi para anggotanya, begitupun bagi masyarakat.

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengenal Kopi Mandailing Bersama SMK 1 Ulu Pungkut

Mandailing Natal — Kopi Mandailing adalah salah satu jenis kopi populer asli Indonesia. Bukan hanya di Indonesia, kopi yang menjadi primadon...