Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Sejarah MandailingNatal. [image online]
| Tersedia di: < https://berita.madina.go.id/sejarah-dan-budaya/> [Diakses 04 Maret 2022] |
Mandailing Natal, sebuah kabupaten yang berada di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Barat. Mandailing Natal merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun 1998.
Batas-batas
wilayah kabupaten Mandailing Natal:
a. Batas bagian Utara :
Kabupaten Tapanuli Selatan
b. Batas bagian Timur :
Kabupaten Padang Lawas
c. Batas bagian Selatan : Provinsi Sumatera
Barat
d. Batas bagian Barat :
Samudera Indonesia
Nama
Mandailing berasal dari kata “Mandala – Holing”, nama ini mengacu kepada
kerajaan yang sudah ada jauh sebelum abad ke-12. Sebutan “Mandala-Holing”
juga dikaitkan dengan ungkapan yang sering digunakan dalam adat Mandailing,
yakni “Surat tumbaga holing naso ra sasa” (aturan adat yang tidak bisa
dihapus).
Sebutan
Holing sering juga dikaitkan dengan nama HoLing, yaitu nama yang tercatat dalam
kekuasaan Dinasti Tang (618 – 906 M). Namun, sekalipun berada dibawah otoritas
Dinasti tang di Cina, pemerintahannya berpusat di Jawa, yakni kerajaan Kalingga
di Pesisir Utara Jawa. Kata Mandailing disebutkan pertama kali dalam buku
“Nagarakertagama”, buku yang ditulis ditulis oleh Mpu Prapanca. Buku itu
menceritakan tentang adanya ekspedisi utusan kerajaan Majapahit ke wilayah
Sumatera pada abad ke-14 atau sekitar tahun 1365 Masehi.
Sama
seperti daerah lainnya di Indonesia, Mandailing Natal dulunya juga menganut
sistem kerajaan. Kawasan Mandailing Natal diyakini dibawah pengaruh kekuasaan
kerajaan Aru sepanjang abad 13 hingga 15 Masehi. Kerajaan Mandailing yang otonom
diyakini baru terbentuk beberapa abad kemudian. Terbentuknya kerajaan yang
otonom ini ditandai dengan kekuasaan Pulungan yang pertama. Setelah itu, klan
marga Nasution juga mendirikan kerajaan besar yang menguasai kawasan Mandailing
Godang. Lalu klan marga Lubis juga mendirikan kerajaan di kawasan Mandailing
Julu.
| Gunung Sorik Marapi |
Pada
masa kolonialisme, Untuk memblokade perluasan perang Paderi ke arah Utara,
Belanda lalu masuk ke Mandailing. Maka berdirilah asisten Residen Angkola
Mandailing tahun 1840, sebuah pemerintahan kolonial yang berpusat di
Panyabungan, dibawah Gubernemen Sumatra’s Westkust. Pemerintahan ini menandai
masuknya penjajahan di kawasan ini, sekaligus mengabrasi otoritas raja – raja
Mandailing.
Pada tahun 1992, Dewan Perwakilan Rakyat
Tingkat I Sumatera Utara memutuskan pemekaran wilayah Daerah Tingkat I Provinsi
Sumatera Utara. Prioritas utama pemekaran wilayah itu adalah pembentukan Daerah
Tingkat II Kabupaten Mandailing-Natal. Pada tanggal 23 November 1998,
Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang No. 12 Tahun 1998 yaitu
Undang-undang tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Toba Samosir Dan
Kabupaten Daerah Tingkat II Mandailing Natal, dan secara formal diresmikan oleh
Menteri Dalam Negeri pada tanggal 9 Maret 1999. Berdasarkan Undang-undang No.
12 Tahun 1998, Kabupaten Mandailing Natal yang dikenal dengan sebutan MADINA,
terdiri dari atas 8 kecamatan. Kecamatan tersebut adalah Batahan, Batang Natal,
Kotanopan, Muara Sipongi, Panyabungan, Natal, Muara Batang Gadis, dan Siabu.
Pemekaran terus berlanjut. Kecamatan
terus bertambah. Pada Perda No.7 tentang
pembentukan kecamatan dan Perda no.8 tentang pemekaran desa pada tanggal 29
Juli 2002. Kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal bertambah sebanyak 9
kecamatan. Lalu pada
15 Februari 2007, dikeluarkan lagi Perda nomor 10 tahun 2007,
Mandailing Natal kembali membentuk lima kecamatan baru. Dan di tahun yang sama,
satu kecamatan kembali terbentuk. Kecamatan tersebut bernama Naga Juang. Dengan
demikian, Kabupaten Mandailing Natal terdiri dari 23 kecamatan, 353 desa, dan 32
kelurahan serta terdapat sepuluh Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT).
Sumber:
-
Pemerintahan Kabupaten
Mandailing NAtal. Sejarah Mandailing Natal. [online] Tersedia di: < https://berita.madina.go.id/sejarah-dan-budaya/>
[Diakses 27 Februari 2022].
-
SIPPa Cipta Karya. BAB
IV PROFIL KABUPATEN MANDAILING NATAL. [pdf] Tersedia di: <https://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/DOCRPIJM_1492451536BAB_4_(Profil_Kabupaten_Mandailing_Natal).pdf>
[Diakses 27 Februari 2022]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar